Arsip Berita

IHT Penilaian Hasil Belajar dan Asesmen Menyambut Kurikulum Merdeka

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Blitar, sman2blitar.sch.id -- Penilaian Akhir Tahun (PAT) semester genap tahun ajaran 2021/2022 baru saja usai. Saatnya Bapak/Ibu guru berkonsentrasi untuk mengolah nilai siswa. Sebelum itu, terlebih dulu tim kurikulum memfasilitasi pembekalan dan pengembangan kompetensi pendidik yang dikemas IHT "Penilaian Hasil Belajar dan Asesmen Menyambut Kurikulum Merdeka", Kamis-Jumat (2-3/06/2022).

Pada kesempatan itu, (Plt.) Kepala SMAN 2 Blitar, Murdiono, S.Pd., M.Pd., berkesempatan untuk memberikan sambutannya. Ia berharap semua guru dapat memberikan turut serta membantu menyukseskan masa depan peserta didik, salah satunya dengan cara bijak memberikan penilaian. Selanjutnya, bertindak sebagai narasumber pengolahan hasil belajar adalah dari tim kurikulum, Eko Wahyu Andrechiana, S.Pd., dan selaku narasumber utama, Widi Astuti, S.Pd.

Widi Astuti yang juga merupakan waka kurikulum Smada, menjelaskan bahwa asesmen adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Hasil asesmen yang diperoleh tersebut dapat digunakan untuk menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.

Model asesmen kurikulum merdeka memiliki beberapa model yang dapat pendidik implementasikan dalam proses pembelajaran, yang meliputi asesmen dignostik, asesmen formatif, dan juga asesmen sumatif. Berikut merupakan deskripsi model-model dari asesmen pada kurikulum merdeka belajar yang dapat menjadi referensi bacaan bagi pendidik.

Asesmen diagnostik merupakan asesmen kurikulum merdeka yang secara spesifik berguna dalam rangka melakukan identifikasi terhadap kompetensi, kekuatan, dan juga kelemahan peserta didik, sehingga pendidik dapat merancang pembelajaran sesuai dengan kompetensi dan juga kondisi dari peserta didik.

Peserta didik yang perkembangan atau hasil belajarnya paling tertinggal berdasarkan hasil Asesmen Diagnostik, diberikan pendampingan belajar secara khusus. Pada implementasinya, salah satu model asesmen kurikulum merdeka ini, bisa pendidik selenggarakan pada awal tahun ajaran, kemudian pada awal lingkup materi, pada awal pembelajaran, ataupun sebelum menyusun pembelajaran secara mandiri.

ASESMEN DIAGNOSTIK
Model asesmen diagnostik terdiri dari asesmen diagnostik non kognitif yang bertujuan untuk mengetahui kondisi psikologi dan sosial emosi peserta didik, gaya belajar, aktivitas peserta didik selama belajar dirumah, serta kondisi keluarga peserta didik.

Selanjutnya terdapat asesmen diagnostik kognitif yang bertujuan untuk mengidentifikasi capaian kompetensi peserta didik, menyesuaikan pembelajaran dikelas dengan kom petensi rata-rata peserta didik, memberikan kelas remedial atau pelajaran tambahan pada peserta didik yang nilainya berada pada rata-rata bawah.

Dalam penyusunannya, asesmen diagnostik memiliki beberapa teknik yang meliputi tes terlulis, wawancara, observasi, dan juga praktik. Instrumen asesmen dignostik terdiri dari instrumen soal tes tertulis, pedoman wawancara, pedoman observasi, dan juga pedoman penilaian praktik.

Metode penilaian digunakan untuk menilai pemahaman siswa, kebutuhan belajar, dan kemajuan dalam proses pembelajaran. Penilaian formatif memantau pembelajaran siswa dan memberikan umpan balik yang teratur dan berkelanjutan. Bagi siswa, penilaian formatif bertujuan untuk membantu siswa mengidentifikasi kekuatan dan untuk pengembangan.

ASESMEN FORMATIF

Bagi guru dan sekolah, penilaian formatif dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang tantangan yang dihadapi siswa selama pembelajaran berbasis proyek sehingga dukungan yang memadai dapat diberikan. Penilaian formatif dapat diberikan oleh guru, teman atau diri sendiri.

Model asesmen formatif pada kurikulum merdeka belajar berguna bagi pendidik dalam hal mengawasi pembelajaran dari peserta didik, memastikan perkembangan peserta didik, serta mengecek pemahaman peserta didik.

Selain bermanfaat bagi pendidik, model asesmen ini juga bermanfaat bagi peserta didik dalam hal melakukan evaluasi pembelajaran terhadap diri sendiri, membangun pengetahuan, melakukan identifikasi kekuatan serta kelemahan, juga dapat meningkatkan kemampuan diri.

ASESMEN SUMATIF

Metode evaluasi atau asesmen kurikulum merdeka ini dapat pendidik lakukan pada akhir pelajaran. Penilaian sumatif seringkali dinilai tinggi karena mempengaruhi nilai akhir siswa, sehingga siswa sering diberikan preferensi daripada penilaian formal.

Umpan balik dari penilaian akhir (ringkasan) ini dapat digunakan untuk mengukur kemajuan siswa untuk memandu guru dan sekolah dalam merancang kegiatan mereka untuk proyek berikutnya.

Manfaat model asesmen kurikulum merdeka belajar yang berupa asesmen sumatif dapat bermanfaat bagi pendidik yang meliputi membantu pendidik dalam melakukan pengukuran terkait apakah peserta didik telah memenuhi capaian pembelajaran ataupun sejauh mana peserta didik telah mencapai akhir dari unit pembelajaran, kemudian juga dapat meningkatkan proses pembelajaran selanjutnya.

Asesmen sumatif juga berguna pada peserta didik, yakni dalam hal memahami performa di akhir unit pembelajaran, memahami apakah dirinya sudah memenuhi capaian pembelajaran dan sejauh mana sudah mencapai akhir dalam unit pembelajaran.

Pada akhir pemaparan materinya, Widi membuka sesi tanya jawab bagi peserta yang ingin mengetahui lebih detail lagi terkait asesmen pembelajaran kurikulum merdeka. 

 

 

Kontak Kami

SMAN 2 NLITAR

Jl. Ciliwung Kelurahan Bendo

Kota Blitar, 66131

Email: info@sman2blitar.sch.id

Phone: +0342 802 229

Webistewww.sman2blitar.sch.id