Karya Tulis

Pengasuhan Positif Keluarga Mengatasi Dampak Gawai di Era Digital

Oleh : DRS. JOHAN EDY PRASTIWO, M.PD.

Maraknya penggunaan gawai atau gadget pada era digital pada anak-anak usia sekolah menimbulkan fenomena dua hal yang menyenangkan sekaligus mengkawatirkan. Gawai antara lain berupa HP dan Laptop dapat digunakan siswa dalam proses pembelajaran khususnya saat mengakses materi bahan ajar melalui internet, dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan sumber dan nara sumber lainnya serta digunakan sebagai media dalam mempresentasikan tugas-tugas siswa. Tetapi pada sisi lain gawai menyita waktu siswa karena sifatnya yang rekreatif dan mudah diaksesnya pada dunia maya dengan segala sampah informasi dan budaya asing yang ikut serta didalamnya. Budaya yang didapat anak dalam dunia maya mampu melunturkan kearifan yang telah tertanam dari keluarga maupun pendidikan yang diterimanya dari sekolahnya.


Fenomena ini yang membuat orang tua resah dan semakin merasa asing mengenali anaknya, juga membuat sekolah semakin kesulitan dalam memberikan layanan pendidikan. Kemudahan gawai dalam perannya sebagai media pendidikan dapat dimanfaatkan sebagai peluang dalam pendidikan selama digunakan secara proposional. Anak sebagai siswa pada usia sekolah dengan rasa ingin tahunya yang besar, memiliki keinginan kuat dalam bersosialisasi dengan lawan jenisnya melalui gawai tersedia berlebih, terbuka dan mudah mengaksesnya. Pada saat akses internet maupun saat berkomunikasi memungkinkan berita hoax maupun situs-situs porno ikut terbawa dikonsumsinya.


Kegelisahan itu dapat diatasi antara lain dengan mengingat kembali Tri Pusat Pendidikan ajaran dari Ki Hajar Dewantoro yaitu Keberlangsungan pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga dan masyarakat. Pemerintah diwakili sekolah, keluarga terdiri dari orang tua dan anggota keluarga, sedangkan masyarakat adalah lingkungan keluarga dan tokoh-tokoh masyarakat. Jika ketiga unsur itu mengambil perannya sesuai dengan kewenangan dan peluangnya pada komitmen yang sama dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) memungkinkan dampak negatif pada era digital dapat ditekan, bahkan bermanfaat dan memperkuat mutu pendidikan.


Salah satu peluang yang sering disia-siakan adalah peran pengasuhan positif keluarga atas inisiatif sekolah. Peluang ini dapat dimanfaatkan dengan program Pendidikan Keluarga (Pendikel) yang diserukan oleh Direktorat Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendikel baru marak disambut sekolah pada pertengahan tahun 2017. Sekolah menyusun program Pendikel umumnya diawali 1) koordinasi pembentukan Tim Pendikel di sekolah dan penyusunan program; 2) Sosialisasi program Pendikel kepada internal sekolah, pengurus komite sekolah dan orang tua oleh Tim Pendikel pada setiap awal tahun pelajaran baru; 3) Pembentukan Paguyuban Orang Tua pada setiap kelas oleh Wali Kelas; 4) Penyusunan program Paguyuban oleh pengurus paguyuban; 5) Pengimbasan materi Pendikel antara lain berupa Pengasuhan positif, Pendidikan di era digital, Pertolongan pertama pada permasalahan psikologi siswa; 6) Forum Tokoh inspiratif orang tua siswa; 7) Forum tokoh inspiratif siswa atau Direktur mengajar; dan 7) Pentas kelas akhir tahun sebagai evaluasi dan ekspresi pengasuhan positif keluarga dan sekolah.


Kebijakan dan pelaksanaan program PPK pada program Pendikel berupa Pengasuhan Positif pada Era Digital antara lain dapat berupa 1) Penggunaan Gawai yang terbatas yaitu saat pembelajaran saja, sedangkan pada waktu lain disimpan pada laci yang dilakukan mandiri oleh siswa; 2) Gawai saat di sekolah hanya digunakan untuk media dalam mengakses materi pelajaran, mengolah maupun mempresentasikan dan menyelesaikan tugas sekolah. Sedangkan penggunaan gawai dirumah orang tua memantaunya antara lain 1) saat-saat belajar di rumah, misalnya mulai pk 19:00 sampai dengan 22:00 gawai tidak digunakan kecuali sebagai sarana belajar. 2) Orang Tua siswa memberikan keteladanan dengan mendampingi anaknya belajar dengan mematikan gawainya; 3) sesekali orang tua menanyakan penggunaan gawai anaknya, bila perlu diijinkan melihat isi gawai. Dengan Pengasuhan Positif yang dilakukan orang tua siswa pada keluarga yang diselaraskan dengan pendidikan di sekolah dalam penggunaan gawai diharapkan dapat mengatasi pengaruh negatif gawai pada era digital, sebaliknya menjadikan penggunaan gawai sebagai peluang pendidikan pada era digital.

Profil Pembuat

DRS. JOHAN EDY PRASTIWO, M.PD.

DRS. JOHAN EDY PRASTIWO, M.PD.

Kontak Kami

SMAN 2 NLITAR

Jl. Ciliwung Kelurahan Bendo

Kota Blitar, 66131

Email: info@sman2blitar.sch.id

Phone: +0342 802 229

Webistewww.sman2blitar.sch.id