Karya Tulis

Menyikapi secara bijak dampak gadget

Oleh : SITI MASFUPAH, S.PD.

Tidak dapat dipungkiri di zaman yang serba canggih ini, perkembangan alat komunikasi seperti gadget menjadi sebuah kebutuhan yang tak terelakkan. Tanpa gadget rasanya segala urusan tidak dapat terselesaikan. Dan itu dirasakan oleh semua kalangan baik di kantor-kantor, sekolah-sekolah, maupun masyarakat luas. Namun, apabila gadget tidak digunakan secara bijak akan menimbulkan dampak negatif.


Hilangnya rasa sosialisme
Zaman NOW, kata kawula muda, merupakan zaman gadget. Zaman seseorang lebih mengutamakan gadget daripada lingkungan masyarakatnya. Mereka disibukkan dengan gadget masing-masing sehingga interaksi langsung jarang dilakukan. Di sinilah komunikasi secara langsung berubah peran. Tidak lagi ada tegur sapa di antara teman, saudara, bahkan keluarga. Kita lihat saja di kantor-kantor orang jarang berkomunikasi secara langsung. Di sekolah-sekolah jarang kita temui siswa bersenda gurau waktu istirahat. Mereka juga disibukkan dengan gadgetnya masing-masing. Di halte misalnya jarang kita temui orang bercakap-cakap. Mereka disibukkan dengan gadget pula. Di dalam rumah tangga pun jarang kita temui keharmonisan anggota keluarga yang bercengkrama. Mereka juga disibukkan dengan gadgetnya masing-masing.
Timbulnya rasa malas
Keberadaan gadget sangat dirasakan dampak negatifnya manakala sesorang sudah memainkan berbagai sajian yang ada, mulai dari game, video yang menyajikan lagu-lagu, drama, atau lainnya. Apalagi sajian itu disenangi oleh pemirsanya, misalnya K-pop Korea atau drama Korea. Saat menyaksikan sajian ini mereka bisa betah berjam-jam untuk mengikutinya. Hal ini tentu saja membuat mereka akan melupakan tugas. Baik tugas itu sebagai pelajar, ibu rumah tangga atau yang lainnya.
Menurunnya konsentrasi
Dengan adanya gadget, konsentrasi bisa menurun. Seseorang bisa mudah lupa karena mereka masih merasa terbayang-bayang dengan sajian-sajian yang ditonton. Kebiasaan ini akan merusak konsentrasi terlebih pada anak-anak yang masih memiliki emosi labil. Terkadang anak-anak bisa terganggu psikologisnya karena imajinasinya terhadap sajian-sajian tersebut. Memang mengasyikkan ketika menikmati sajian atau tontonan itu tetapi pada akhirnya membuat seseorang menjadi tidak fokus terhadap masalah-masalah serius yang dihadapinya.


Menimbulkan kebiasaan menulis yang kurang baik
Kita akan merasa miris jika membaca komentar-komentar yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu masalah di media gadget. Dengan gadget orang merasa bebas berkomentar. Tulisan-tulisan yang berbau porno pun tidak jarang kita temui di media sosial. Mereka merasa hal itu menjadi sesuatu yang mengasikkan. Padahal orang yang dikomentari bisa saja sakit hati. Dan ini mereka lakukan dengan sengaja karena menurut mereka berpikir toh yang dikomentari tidak bisa secara langsung melihat orangnya.
Menghadapi permasalahan yang terjadi dengan adanya gadget perlu adanya sikap yang bijaksana. Kita tidak perlu grusa-grusu. Kita harus bersabar. Mengapa? Karena kita tahu bahwa menghentikan kesenangan orang terhadap gadget tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita sebagai orang yang masih sadar terhadap dampak gadget seperti bisa menghilangkan kepekaan sosial, menimbulkan rasa malas, menurunkan konsentrasi. Bahkan gadget berdampak dalam menimbulkan kebiasaan menulis yang buruk.
Hendaknya kita memberikan teladan atau contoh terutama pada lingkungan sekitar, misalnya lingkungan rumah atau lingkungan yang terdekat dengan kita. Seandainya ada salah satu anggota keluarga, saudara atau tetangga kita yang sedang asyik bermain gadget kita ajak berbicara. Ya.. mungkin masalah memasak, masalah tayangan-tayangan atau tontonan-tontonan baik di acara TV atau di gadget itu sendiri. Dengan begitu mereka tidak lagi asyik dengan gadget.

Begitu juga saat mereka asyik melihat tontonan di gadget atau saat bermain game mereka diajak untuk bekerja. Kita bisa memberi contoh melakukan sesuatu misal dengan memasak atau melakukan tugas-tugas lain. Jika salah satu anggota keluarga menurun konsentrasinya gara-gara kecanduan gadget maka kita harus menyikapinya dengan jalan tidak pelit dalam memberikan bahan-bahan pengganti keasyikan mereka. Misalnya dengan cara membelikan buku. Dalam menyikapi kebiasaan menulis yang buruk adalah dengan memberi nasihat bahwa sikap dalam menulis menjadi cermin bagi penulisnya. Dengan demikian diharapkan seseorang bisa mengubah sikap karena ada kecenderungan takut dicap sebagai seseorang yang tidak baik tingkah lakunya.
Dapat diketahui bahwa untuk mengurangi dampak negatif penggunaan gadget perlu teladan atau contoh dan memberi nasihat secara kontinyu.

Profil Pembuat

SITI MASFUPAH, S.PD.

SITI MASFUPAH, S.PD.

Kontak Kami

SMAN 2 NLITAR

Jl. Ciliwung Kelurahan Bendo

Kota Blitar, 66131

Email: info@sman2blitar.sch.id

Phone: +0342 802 229

Webistewww.sman2blitar.sch.id