Karya Tulis

Menyikapi Dampak Negatif Teknologi Informasi di Era Globalisasi dengan Gerakan 18- 20

Oleh : ENDAH PURWATI, M.PD.

Teknologi Informasi merupakan perkembangan alat komunikasi yang sekarang lagi marak dimanfaatkan semua kalangan, semua lapis masyarakat bahkan mulai anak anak sampai orang dewasa. Ragam teknologi informatika pun banyak sekali mulai dari TV, computer, telepon, handphone dan sebagainya. Smartphone juga termasuk alat Teknologi Informatika yang sekarang lagi marak dimanfaatkan oleh semua kalangan masyarakat. Bentuk smartphone mudah dibawa kemana-mana dan dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi dan bersosial media lewat WhatsApp.

Anak-anak tidak bisa lepas dari smartphone, bahkan saat belajar menemukan kesulitan mereka dengan enak dan nyaman searching di google dengan smartphone daripada bertanya pada orang lain. Saat berdiskusi dengan kelompoknya juga tidak harus bertemu langsung tapi bisa dilakukan di rumah masing masing dengan memanfaatkan grup WhatsApp. Selain manfaat yang didapatkan dari perkembangan Teknologi Informatika, ada dampak negative yang didapatkan. Dapat dilihat dan dirasakan sekarang ini kita kehilangan suara ketawa anak-anak karena mereka semua asyik dengan smartphone nya. Saat duduk berjajar dengan teman-temannya mereka bukan bercengkerama melainkan asyik memegang smartphone masing-masing.

Keasyikan memanfaatkan smartphone untuk ngobrol dengan teman di dunia mayanya hingga waktu belajar pun tersita. Dikawatirkan juga bahasa lisan anak-anak nanti tidak dapat berkembang maksimal. Yang lebih membahayakan lagi jika anak-anak melihat situs yang tidak baik yang menyuguhkan gambar-gambar atau video yang tidak semestinya mereka tonton.

Di jaman sekarang tidak bijak jika kita melarang anak untuk tidak mengenal smartphone yang merupakan perkembangan Teknologi Informasi. Berikut beberapa cara menyikapi dampak negatifnya: Beri pemahaman atau pengertian pada anak bahwa bersosial dan berkomunikasi langsung dengan orang yang ada di dekat kita sangat diperlukan. Sebagai contoh jika diri kita sakit maka yang bisa dengan cepat menolong kita adalah orang yang ada di dekat kita bukan teman WA nya, Ajak mereka untuk memanfaatkan smartphone sebagai sumber belajar. Setelah itu bisa didiskusikan dengan temannya, hal ini sebagai latihan anak untuk berbahasa lisan.

Sepakati adanya gerakan 18-20 yaitu pada jam 18.00-20.00 tidak memegang smartphone sehingga bisa dimanfaatkan untuk saling berkomunikasi langsung dengan keluarga atau siapa saja yang ada di dekatnya.Yang lebih penting lagi adalah memperkuat dan membentengi anak dengan keimanan, sehingga anak takut pada Tuhan bukan takut kepada orang yang ada di dekatnya.

Profil Pembuat

ENDAH PURWATI, M.PD.

ENDAH PURWATI, M.PD.

Kontak Kami

SMAN 2 NLITAR

Jl. Ciliwung Kelurahan Bendo

Kota Blitar, 66131

Email: info@sman2blitar.sch.id

Phone: +0342 802 229

Webistewww.sman2blitar.sch.id