Karya Tulis

KARTINI SANG LITERAT SEJATI

Oleh : WIDI ASTUTI, S.Pd.

Hari Kartini yang selalu dirayakan setiap tanggal 21 April, selalu memberikan banyak cerita yang tak ada habisnya. Emansipasi wanita adalah frase yang sangat lekat dengan beliau. Beliaulah sang pejuang emansipasi wanita. Beliau mengabdikan seluruh jiwa dan raganya untuk memperjuangkan persamaan hak-hak wanita pribumi. Beliau berjuang mengangkat status social para wanita pribumi kala itu.

Ada hal yang menarik yang ingin saya ungkap bahwa sejatinya seorang literat sejati itu adalah Kartini. Beliau pantas mendapatkan julukan itu, karena pada jaman pemerintahan Belanda wanita Indonesia sangat jarang yang punya pemikiran jauh kedepan seperti beliau. Pemikirannya yang terbuka dikarenakan karena beliau suka berliterasi.

Banyak hal yang membuktikan bahwa beliau adalah seorang literat sejati. Aktivitas –aktivitas keseharian beliau tak lepas dari kegiatan berliterasi. Beliau sangat suka membaca dan menulis. Dalam hal menulis beliau aktif berkorespondensi atau surat-menyurat dengan teman- temannya yang dari Belanda. Dari kisah yang pernah saya baca kemampuannya menulis tentu tak lepas dari kegiatannya membaca.

Beliau banyak membaca surat khabar Semarang De Locomotief dan surat khabar atau majalah- majalah kebudayaan Eropa berbahasa Belanda. Juga beliau banyak membaca buku karya Louis Coperus yang berjudul De Stille Kraacht, karya Van Eeden- Augusta De Witt, serta berbagai macam roman- roman beraliran feminis. Beliau juga membaca karya besar karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar.

Berangkat dari rasa suka membaca mebuat beliau mempunyai wawasan yang luar biasa, mempunyai kepekaan sosial yang sangat tinggi. Dalam hal pengetahuan dan kebudayaan wawasan beliau sudah tidak diragukan lagi. Semua ini didapat dari ketekunan dan kesukaan mengembangkan wawasan melalui membaca.

Beliau seringkali menuangkan gagasan- gagasannya melalui surat yang beliau tulis kepada para sahabatnya seperti JH Abendanon, Rosa Abendanon, Estella. Beliau banyak menulis tentang ketuhanan, kebijaksanaan, keindahan, perikemanuasiaan, nasionalisme dan tentu saja juga tentang nasib wanita dikala itu.

Darimana beliau bisa berpengetahuan seluas itu…? Tentu saja dari hasil berliterasi, membaca sehingga pengetahuan maupun kepekaan sosialnya semakin berkembang. Alhasil dari proses tersebut pengetahuan menulisnya menjadi hebat. Dan karena berproses seperti itulah Kartini menjadi luar biasa, menjadi hebat, menjadi pejuang yang membawa nama harum negeri tercinta ini.

Satu bukti karya literasinya yang cukup fenomenal yang dikenal tidak hanya nasional bahkan international dari RA. Kartini adalah buku yang berjudul “ Habis Gelap Terbitlah Terang”atau dalam Bahasa Belanda adalah Door Duisternis Tot Licht. Buku yang berasal dari kumpulan surat- surat kartini ini banyak bercerita tentang perjalanan hidupnya, harapan- harapannya, cita- cita besarnya dalam memajukan wanita Indonesia.

Begitulah Kartini sosok sederhananya mampu mengubah cara pandang, pola pikir kita semua sehingga beliau pantas mendapat julukan pejuang emansipasi wanita juga sekaligus julukan pejuang literasi wanita Indonesia.

Meski raganya tak lagi disini bersamamu wanita hebat Indonesia, tetapi jiwanya selalu berada disini terpatri bersama kami wanita-wanita Indonesia mendampingi berjuang untuk melangkah ke perjuangannya menjadi hebat dimasa kini. Wanita Indonesiaku ayooo….lanjutkan cita –cita Kartini menga ngkat harkat, martabat wanita dalam memajukan literasi sehingga kita menjadi bangsa yang lierat yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain didunia.

SELAMAT HARI KARTINI UNTUK SELURUH WANITA INDONESIA

I LOVE YOU ALL….

Profil Pembuat

WIDI ASTUTI, S.Pd.

WIDI ASTUTI, S.Pd.

Kontak Kami

SMAN 2 NLITAR

Jl. Ciliwung Kelurahan Bendo

Kota Blitar, 66131

Email: info@sman2blitar.sch.id

Phone: +0342 802 229

Webistewww.sman2blitar.sch.id