Karya Tulis

Derasnya arus teknologi informasi dalam bidang pendidikan bagaimana kita harus bersikap ?

Oleh : WIDI ASTUTI, S.Pd.

Teknologi informasi adalah sebuah tehnologi yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan. Misalnya digunakan untuk mengolah data, memproses, menyusun, menyimpan serta memanipulasinya. Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi informasi dampaknya mengalir begitu deras di setiap lini kehidupan. dunia perbankan, militer, perdagangan, kesehatan dan pendidikan akan terkena dampaknya baik secara positif maupun negatif. Kita tidak bisa menghentikan lajunya arus yang semakin deras dari hari ke hari. Yang bisa lakukan adalah berusaha untuk bijak menangani setiap dampak yang diterima akibat tehnologi informasi. Dampak positif akan memberikan banyak kemudahan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan, namun dampak negatifnya pun harus disikapi dan dihadapi dengan arif dan bijaksana.


Dampak TI dalam bidang Pendidikan
Di era digital, kontribusi TI dalam dunia pendidikan memberikan andil yang luar biasa. Bidang pengajaran yang semula memakai buku konvensional berubah menjadi buku elektronik atau yang begitu popular dengan sebutan e-book. Penggunaan media teleconference, kelas on-line, kelas virtual atau kelas maya menjadi suatu hal yang sudah tidak asing lagi, karena tidak selalu memerlukan kehadiran guru dalam kelas.Tidak itu saja, tenaga pendidik juga dimudahkan dengan sistem informasi yang semuanya serba online, serba cepat dan canggih dengan keakuratan yang konon khabarnya lebih tinggi dibandingkan kalau kita mengerjakan dengan cara-cara lama yang konvensional dan menurut banyak pendapat sudah ketinggalan jaman.
Perkembangkan tehnologi informasi tak selamanya berdampak positif, seolah-olah kebenarannya adalah mutlak. Ada konsekuensi-konsekuensi luar biasa yang harus dibayar mahal demi tehnologi-tehnologi yang begitu canggih dan memudahkan di dunia pendidikan.
Plagiat menjadi suatu hal yang biasa karena mudahnya mendapatkan data yang bisa diunduh sewaktu-waktu. Generasi e-book yang berpengetahuan tinggi juga dikhawatirkan akan menurunkan nilai-nilai karakter yang seharusnya dimiliki para siswa. Seringnya kegiatan siswa yang berhubungan dengan internet dikhawatirkan juga akan menjerumuskan para siswa untuk tergoda membuka situs-situs internet yang berbau porno, kekerasan, games online serta mengunduh konten–konten negatif serta berita-berita hoax yang semakin merajalela di dunia yang penuh kecanggihan sebagai dampak dari teknologi informasi.


Bagaimana sikap kita?
Dalam menghadapi setiap perubahan pertama-tama berusahalah untuk positive thinking. Sejatinya perubahan akan selalu ada dalam setiap aspek kehidupan. Dengan bersikap seperti itu tentu kita akan lebih bijak dan lebih jernih dalam menghadapi setiap perubahan yang ada. Sikap yang tenang, tidak emosional, tidak grusa-grusu dalam mengambil sikap disinyalir akan menenangkan otak sehingga kita bisa memandang sesuatu dengan cara lebih obyektif.


Khusus bagi insan yang berkecimpung dalam pendidikan harus berpikir cara untuk meminimalisir dampak negatif dari penggunaan tehnologi informasi ini. Katakan, ajarkan kepada siswa yang dibimbing tentang nilai-nilai moral dan penguatan pendidikan karakter yang terus menerus. Jadilah insan pendidik, orang tua dan masyarakat yang menjadi contoh, model atau figur yang baik bagi mereka. Sebagai contoh, ketika kita mengajarkan cara penggunaan gadget yang bijak, maka kita sebagai panutan juga harus bisa menjadi contoh yang baik. Saat ingin mengajarkan bahwa plagiarisme adalah karakter buruk, kegiatan yang bisa dikategorikan kriminalisme, maka kita harus bisa menjadi modelnya untuk tidak mengambil sesuatu yang seharusnya bukan milik kita. Kita juga bisa memberikan solusi berupa ilmu pengetahuan agar terhindar dari sikap tersebut.


Ajarkan kepada anak arti sebuah konsekuensi. Misalnya, jika kalian bermain game online terus menerus akan menimbulkan kecanduan. Saat kecanduan maka kesempatan-kesempatan positif yang ada akan lewat begitu saja. Jika kesempatan itu lewat kita tidak bisa mengulang lagi, dan seterusnya sampai anak didik kita paham tentang hal itu. Contoh kedua jika anda menjadi plagiator maka konsekuensinya adalah dianggap bertindak criminal; karena mengambil milik orang lain tanpa ijin, konsekuensinya bisa dihukum. Contoh ketiga, jika menyebarkan berita hoax tanpa bukti yang tepat dan akurat maka kosekuensinya adalah kena UU ITE dll. Intinya melalui kegiatan-kegiatan ini kita akan mengajarkan nilai-nilai karakter yang baik kepada anak-anak. Di tangan merekalah tampuk pembangunan bangsa ini akan diambil alih. Tentunya kita semua bercita–cita bahwa generasi ke depan adalah generasi hebat yang bijak dalam menggunakan teknologi informasi dalam semua bidang. Mereka harus smart tetapi juga harus berkarakter.

Profil Pembuat

WIDI ASTUTI, S.Pd.

WIDI ASTUTI, S.Pd.

Kontak Kami

SMAN 2 NLITAR

Jl. Ciliwung Kelurahan Bendo

Kota Blitar, 66131

Email: info@sman2blitar.sch.id

Phone: +0342 802 229

Webistewww.sman2blitar.sch.id