Arsip Berita

Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala SMA Negeri 2 Blitar Nomor 420/196/101.6.11.2/2022 tentang Kelulusan Peserta Didik dari SMA Negeri 2 Blitar Tahun Pelajaran 2021/2022, diperoleh beberapa keputusan sebagai berikut:

  1. Peserta Didik SMA Negeri 2 Blitar Tahun Pelajaran 2019/2020 Lulus 100%,
  2. Mengumumkan Kelulusan Peserta Didik di Internet melalui website SMA Negeri 2 Blitar,
  3. Daftar Kelulusan Peserta Didik SMA Negeri 2 Blitar Tahun Pelajaran 2021/2022 terlampir,
  4. Peserta didik dilarang berada di sekolah dan lingkungan sekolah pada saat pengumuman kelulusan berlangsung,
  5. Peserta didik dilarang melakukan konvoi, corat-coret pakaian atau lainnya di lingkungan sekolah,
  6. Pelayanan administrasi peserta didik berkaitan dengan kelulusan dilayani mulai tanggal 09 Mei 2022, dan
  7. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari diketahui terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Adapun detail informasi kelulusan siswa SMAN 2 Blitar tahun pelajaran 2021/2022 dapat dilihat dengan cara mengeklik tautan berwarna hijau berikut ini: Daftar Kelulusan SMAN 2 Blitar TA 2021-2022.

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 

sman2blitar.sch.id - Sejumlah 19 siswa SMAN 2 Blitar diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN 2022. Hal tersebut sesuai dengan pengumuman yang diterima siswa melalui laman LTMPT pada 29 Maret 2022 pukul 15.00 WIB lalu. 19 siswa melaporkan mendapatkan notifikasi berlatar biru, untuk yang lolos, sedangkan yang tidak lolos, latarnya berwarna merah. Kendati jumlah ini mengalami penurunan dari tahun lalu, namun tetap ada rasa syukur baik dari siswa maupun guru.

M. Rafli Wisnu, siswa XII IPS 1 yang diterima di Prodi Sendratasik UNESA, misalnya, mengaku bersyukur karena diterima di pilihan pertamanya.

"Awalnya sempat bimbang mau pilih (jurusan) Tari (di) Unesa atau (jurusan) Bahasa Indonesia di UM. Tapi, akhirnya, setelah memantapkan hati dan menerima beberapa masukan dari guru-guru, pilihan pertama di UNESA dan diterima."

Meski begitu, siswa yang akrab disapa Rafli tersebut merasa kebahagiaannya tidak sepenuhnya sempurna, karena beberapa teman seperjuangannya yang turut mendaftar SNMPTN kali ini banyak yang tidak lolos.

Hal itu dibenarkan oleh salah satu guru BK, Sri Handayani, S.Psi. 

"Memang benar, tahun ini ada sedikit penurunan dari tahun lalu. Tahun ini, siswa IPA diterima 10 dari 53 siswa=5,3%, sedangkan IPS diterima 9 dari 65 siswa=7,2%. Jadi, total diterima SNMPTN tahun ini ada 19 dari 118 siswa, sebanyak 6,2%," jelasnya.

Lebih lanjut, guru yang akrab disapa Bu Yani tersebut mengungkapkan, ada beberapa hal yang menjadi perhatian tim BK menyikapi penurunan jumlah diterimanya SNMPTN kali ini.

"Ini masih menjadi analisis kami. Tentunya ada banyak faktor, baik dari internal siswa dan sekolah, maupun dari eksternal, perguruan tinggi itu sendiri. Salah satunya, adanya predikat PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) yang disandang beberapa perguruan tinggi negeri, seperti UM dan UB pada 2021 ini, juga berpengaruh. UB secara terang-terangan menginformasilkan adanya penurunan kuota SNMPTN, dari yang tahun lalu 30%, tahun ini menjadi 20% saja. Ini tentu berdampak," ungkapnya.

Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, disingkat PTN BH adalah perguruan tinggi negeri yang didirikan oleh pemerintah yang berstatus sebagai badan hukum publik yang otonom. Dahulu dikenal sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dan Badan Hukum Pendidikan (BHP). Sampai dengan tahun 2021, terdapat 16 perguruan tinggi negeri badan hukum di Indonesia. Dua diantaranya, UM dan UM, baru saja mendapatkannya di tahun 2021 lalu.

Seperti sejarah tahun-tahun sebelumnya, Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang merupakan kampus yang banyak dituju siswa/i dari Kota Blitar, tidak terkecuali siswa Smada. Yani berharap, meskipun beberapa siswa eligble tidak lolos SNMPTN, tetap bisa diterima di perguruan tinggi pilihannya melalui jalur SBMPTN ataupun Mandiri. Ia juga menyemogakan tahun depan angka diterima SNMPTN bisa lebih banyak dari sekarang.

"Setiap tahun kami selalu melakukan evaluasi-evaluasi. Harapannya, jumlah yang diterima di PTN meningkat, khususnya yang melalui jalur SNMPTN."

Adapun 19 nama siswa SMAN 2 Blitar yang diterima PTN melalui jalur SNMPTN 2022 dapat dilihat di bawah ini.

 

 

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

sman2blitar.sch.id - Adakalanya, pemberian tugas-tugas kepada siswa sejatinya adalah ruang untuk memberikan pergerakan kreativitas dan ekspresi siswa yang sesungguhnya. Hal inilah yang terjadi pada tugas mapel Sejarah Indonesia di kelas XI IPS SMAN 2 Blitar. Di bawah binaan Hanifitria Ningrum, S.Pd., ringkasan peristiwa kemerdekaan Indonesia dapat tertuang menjadi lima film dokumenter apik yang digarap dengan penuh kesungguhan. Kelima video yang berasal dari kelas XI IPS 1 hingga XI IPS 5 tersebut mengusung konsep cerita "Sosiodrama Peristiwa Sejarah Kemerdekaan Indonesia".

Kreativitas siswa/i dalam menuangkan imajinasi peristiwa-peristiwa heroik tersebut mendapatkan apresiasi dari Hani sebagai guru Sejarah Indonesia (SJHI) yang menugasi. Menurutnya, semangat anak-anak tersebut sungguh luar biasa, bahkan di luar ekspektasinya.

"Sebenarnya, maksud saya menugaskan drama saja, tapi sepertinya anak-anak terlalu bersemangat hingga jadinya movie seperti ini," ungkapnya.

Ada juga hal menggelitik yang ditemukannya di dalam film besutan siswa program sosial tersebut.

"Ada bagian yang lucu sebenarnya, ketika saya tahu diorama aslinya dan ketika imajinasi anak-anak itu dituangkan ke dalam film pendek ini, jatuhnya malah lucu, sih. Misalnya, ada adegan ketika Bung Hatta 'dikrekep' sarung dan lucunya lagi, yang jadi Bung Hatta juga malah terlihat senang. Lucu sekali," jelas guru Sejarah itu menggambarkan kejenakaan yang ditemuinya.

Meski demikian, Hani mengaku cukup puas dengan hasil karya siswa ini. Ia berharap ke depannya dapat berkolaborasi dengan mapel lain dan siswa juga bisa lebih maksimal lagi menuangkan kreativitas dan imajinasi mereka.

Berikut ini salah satu cuplikan video sosiodrama XI IPS 4. Cuplikan video lainnya dapat diintip di unggahan instagram SMAN 2 Blitar (@sman2blitar_official).

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang



sman2blitar.sch.id - 
Sebagai sekolah penyelenggara Sistem Kredit Semester (SKS), SMA Negeri 2 Blitar memiliki salah satu program ciri khas dan selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi calon siswa baru, yaitu program lulus dua tahun. Dahulu, masyarakat familiar menyebutnya dengan istilah kelas akselerasi atau kelas percepatan. Pada sekolah SKS, program ini lebih dikenal sebagai "Kelas 4 Semester". Disebut empat semester karena memang hanya menempuh waktu pendidikan di SMA selama empat semester saja (2 tahun), meskipun demikian penyerapan dan ketuntasan materi tetap 6 semester.

Tahun ajaran 2021/2022 ini, Smada hanya membuka program lulus 2 tahun untuk IPA saja, dengan jumlah 7 anak. Jumlah itu didapat setelah melalui proses seleksi yang ketat dan panjang, sejak kelas X, dengan memperhatikan beberapa indikator penilaian, salah satunya nilai rapor. Kuantitas memang bukan menjadi hal utama di kelas ini, karena kualitas, minat, serta kemampuan siswalah yang menjadi penentu utamanya keberlangsungan program ini. Dari ketujuh siswi tersebut, empat diantarnya berhasil diterima di Universitas Airlangga melalui jalur SNMPTN 2022 yang diumumkan pada Selasa, 29 Maret 2022 pukul 15.00 WIB lalu.

Keempat siswi telah lulus SNMPTN 2022 tersebut adalah:
1. Sekar Cahya Kinasih - Kedokteran Hewan Unair
2. Nanda Khoirun Nisa' - Kesehatan Masyarakat Unair
3. Nadia Risky Salsabila - Sistem Informasi Unair
4. Aulia Mahdavikia Syaharani - Akuakultur Unair

Berikut ini hasil interview singkat dengan keempat siswi tersebut. Simak baik-baik, ya, semoga bisa menjadi motivasi untukmu yang ingin mengikuti jejak mereka.

Apa yang memotivasimu dulu untuk mengikuti program kelas percepatan di Smada?

Saya ingin membanggakan kedua orang tua saya, ingin meringankan beban kedua orang tua saya juga. Dengan mengikuti program sekolah 2 tahun di SMAN 2 Blitar, otomatis waktu saya untuk belajar di SMA hanya 2 tahun. Tentunya ini bisa meringankan biaya yang ditanggung kedua orang tua saya selama saya di SMA. Selain itu, saya juga ingin segera masuk ke perguruan tinggi yang saya dan kedua orang tua saya inginkan. (Nadia)

Di kelas reguler, temannya kan banyak, sedangkan di percepatan, cuma sedikit, bagaimanakah perasaanmu?

Meskipun di kelas percepatan temannya hanya sedikit dan kita harus dituntut untuk menyelesaikan setiap semester dengan cepat, saya tetap senang. Teman-teman dikelas percepatan semuanya baik, tidak ada yang individualis, mau saling membantu, dan bisa saling memahami. Awalnya saya berfikir kalau saya ikut di kelas percepatan nanti pasti anak-anaknya akan individulis dan tidak peduli dengan temannya yang lain, tapi ternyata tidak. Malah dengan adanya program sekolah 2 tahun di SMA 2 Blitar ini, justru menambah keakraban saya dengan teman-teman percepatan lainnya, karena kita merasakan susah dan senangnya bersama-sama. Harus mengejar setiap semester dengan cepat, harus ke sekolah pagi pulang sore, kerja kelompok sampai sore, tidak paham materi hingga akhirnya kita saling sharing. Jadi, meskipun temannya lebih sedikit, tapi tetap seru. (Nadia)

Dari mana awalnya dapat info ada kelas percepatan di Smada?

Sejak awal, saya memang mencari tahu program unggulan yang ada di Smada. Ketemunya dengan program lulus 2 tahun ini. Saya memang sejak SD sudah ingin bersekolah di SMAN 2 Blitar ini. Itu sebabnya saya harus rajin-rajin mencari informasi tentang program-program Smada, terutama program unggulan di Smada melalui internet maupun bertanya kepada guru di Sekolah Menengah Pertama. Motivasi saya untuk mengikuti program ini hanya satu, ingin membuat bangga kedua orang tua. (Sekar)

Tips mempertahankan nilamu sebagai anak percepatan agar tetap baik dan meningkat, apa?

Tips dari saya adalah, harus konsisten. Konsisten dalam berdo'a dan belajar. Saya mencari materi dari berbagai sumber untuk referensi materi pembelajaran. Jadi, tidak hanya mendapatkan materi dari sekolah dan beberapa buku yang ada saja. Sehingga, dapat melengkapi ilmu-ilmu yang di dapat. (Sekar)

Sebagai siswi percepatan, bagaimana perasaanmu ketika melihat teman seangkatanmu menjadi adik kelasmu sekarang?

Perasaan saya ketika melihat teman seangkatan menjadi adik kelas adalah tetap menganggapnya sebagai teman satu angkatan, karena bagaimanapun dulu pernah berada di kelas yang sama dan belajar kelompok bersama. Tetap rendah hati dan selalu memberinya motivasi untuk lebih semangat dalam belajar mengejar cita-cita nya. (Nanda)

Kamu sudah diterima SNMPTN, apakah jurusan yang kamu ambil merupakan cita-cita/keinginanmu dari sejak dulu?

Jurusan yang saya ambil merupakan salah satu cita-cita/keinginan saya, walaupun sebenarnya saya ingin mengambil kedokteran. Tapi di jurusan kesehatan masyarakat ini saya sudah sangat bersyukur karena termasuk salah satu fakultas kesehatan. Saya ingin mengambil jurusan kesehatan karena saya ingin membantu orang-orang yang kurang mampu ketika berobat. Saya membayangkan, ketika ada seorang ibu  berobat ke dokter dengan biaya Rp 150.000 rupiah. Mungkin hal itu terasa memberatkan, kendati ibu itu mampu membayar dokter tersebut. Tapi, kita tidak tahu kalau di rumahnya, ada anak-anak yang menangis kelaparan karena tidak ada uang untuk membeli beras. Jadi, itu salah satu motivasi saya untuk memilih jurusan kesehatan. Ingin berkontribusi untuk memberikan layanan kesehatan yang terjangkau semua kalangan. (Nanda)

Apa tantangan mengikuti kelas percepatan? 

Tantangnnya kita dituntut menyelesaikan 3 semester dalam waktu ±5 bulan.  Memahami materi, mengerjakan tugas dan tes yang diberikan Bapak/Ibu guru dengan waktu yang  singkat. Ada sedikit kelonggaran yang diberikan kepada kami, misalnya, jadwal tes yang diberikan bisa diambil di waktu senggang, misalnya sore atau malam. Meskipun demikian, tak jarang kami juga kewalahan karena bertabrakan dengan tugas atau tes mapel yang lain juga. Jujur, memang agak terpontang-panting. Tapi, kami tetap bisa mengejar dan melewatinya. Tantangan lainnya seperti jam tidur yang tidak menentu, sering lembur dari malam sampai pagi untuk mengerjakan tugas. Hasilnya, paginya ketika di kelas suka dilanda rasa kantuk yang membara, tapi, harus dipaksa melek oleh keadaan.

Yang paling menantang sebenarnya adalah terkait nilai. Harus konsisten dalam mempertahankan dan meningkatkan nilai semester 1 sampai 5, karena dari awal saya sudah mengincar menjadi siswa eligible dan berharap lolos SNMPTN. Alhamdullillah, lolos SNMPTN 2022. (Aulia)

Tips untuk calon siswa yang ingin mengikuti jejak kalian menjadi siswa percepatan apa ya? 

  1. Konsisten dan rutin belajar
  2. Rajin berdoa
  3. Jangan lupa doa orang tuah
  4. Harus tetap semangat, karena untuk menuju masa depan yang cerah, kita tidak boleh nyerah.
  5. Ikuti alurnya, jangan terlalu dipikirkan. (Aulia)

Menurut kalian, apa istimewanya/previledge yang didapat ketika kalian mengikuti program kelas lulus 2 tahun ini?

1. Bisa lulus lebih cepat pastinya.
2. Punya pengalaman yang tidak terlupakan.
3. Punya rasa kebanggaan tersendiri.
4. Bisa membanggakan keluarga.
5. Dapat menyelesaikan pendidikan di umur yang lebih muda dari teman lainnya, sehingga kesempatan untuk mencari pekerjaan kemungkinan besar lebih banyak.
6. Memiliki tantangan tersendiri saat menjalani program lulus dua tahun dan pastinya akan merasa senang saat sudah dapat menuntaskannya.
7. Bisa meningkatkan bakat dan kecerdasan secara efektif
8. Lulus lebih cepat sehingga memiliki waktu untuk menata karir yang lebih baik di masa depan
9. Ada pengalaman, kesan, dan pesan tersendiri selama menjalani hari-hari menjadi lulusan 2 tahun

Di akhir sesi interview tertulis itu, keempat siswi luar biasa tersebut kompak menitipkan pesan baik untuk almamaternya tercinta, Smada. Mereka berharap, ke depannya SMAN 2 Blitar terus mengeluarkan program-program unggulan lainnya dan tetap mempertahankan program unggulan yang sudah ada, utamanya program lulus dua tahun, berapapun jumlah siswanya, mereka berharap tetap ada.

"Maju terus Smada, semoga semakin mengukir prestasi yang membanggakan dan dapat memberikan lulusan-lulusan terbaik.
Terus berinovasi dan berkarya serta ukir prasasti dengan prestasi-prestasi yang dilakui tanpa henti," harap mereka ditutup dengan amin bersamaan.

 

 

 
 
 

 

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 

 

Blitar – Menyongsong pelaksanaan Kurikulum Prototipe atau Kurikulum Merdeka di tahun ajaran baru 2022/2023 mendatang, SMA Negeri 2 Blitar kembali menggelar Workshop Strategi Implementasi Kurikulum Prototipe (Kurikulum Merdeka) dengan mengusung tema “Bedah Capaian Pembelajaran, Penyusunan Tujuan Pembelajaran, dan Alur Tujuan Pembelajaran sebagai Implementasi Pembelajaran Menyambut Kurikulum Merdeka”. Kegiatan ini dimentori langsung oleh Suwarno, M.Pd, pengawas pembina dari Cabdin Blitar, Senin-Selasa, 28-29 Maret 2022.

Hadirnya Kurikulum Merdeka atau Kurikulum Paradigma Baru 2022 ini menjadi penyempurna kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum 2013. Tentunya, ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan dari kurikulum pendahulunya.

Berikut ini beberapa perbedaan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka.

  1. Struktur Kurikulum

Pada Kurikulum Protipe Paradigma Baru 2022 ini, Profil Pelajar Pancasila menjadi acuan dalam mengembangkan Standar Isi, Standar Proses, serta Standar Penilaian, Capaian Pembelajaran, Prinsip Pembelajaran serta Asesmen Pembelajaran. Umumnya struktur kurikulum paradigma baru ini terdiri atas kegiatan intrakurikuler seperti pembelajaran tatap muka bersama guru serta pengerjaan proyek. Sekolah juga diberikan kebebasan dalam mengembangkan program kerja tambahan guna mengembangkan kompetensi siswa sesuai dengan visi misi serta sarana dan prasarana yang ada di sekolah itu.

  1. Istilah KI dan KD

Kurikulum 2013 sangat lekat dengan istilah KI dan KD yang berisi kompetensi yang harus dicapai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada Kurikulum Merdeka ini, istilah KI-KD tersebut berganti menjadi Capaian Pembelajaran (CP). Capaian pembelajaran sendiri merupakan keterampilan, pengetahuan, serta sikap yang menjadi satu kesatuan sebagai proses berkelanjutan untuk membangun kompetensi yang utuh.

Oleh sebab itu dalam membuat dan mengembangkan asesmen pembelajaran mesti mengacu pada CP yang telah ditetapkan.

  1. Jam pelajaran

Selama ini kurikulum 2013 menggunakan jumlah jam pelajaran per minggu, namun pada kurikulum paradigma baru ditetapkan pertahun. Dengan begitu, setiap sekolah dapat mengatur pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan mudah. Mata pelajaran yang tidak diajarkan ketika semester ganjil bisa diajarkan ketika semester genap atau sebaliknya. Yang terpenting, jam pelajaran pertahun tersebut terlaksana.

  1. Model Pembelajaran Kolaboratif

Dalam paradigma kurikulum 2022 sekolah juga diberikan keleluasan untuk menerapkan model pembelajaran kolaboratif antarmata pelajaran dan membuat asesmen lintas mata pelajaran. Untuk tingkat SMA dan sederajat, dapat melakukan tiga kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Hal ini dilakukan untuk menguatkan Profil Pelajar Pancasila.

  1. Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Jika sebelumnya di dalam kurikulum 2013, mata pelajaran TIK ini ditiadakan, pada Kurikulum Prototipe ini mata pelajaran ini TIK justru kembali diajarkan.

  1. Pembagian Fase

Jika pada Kurikulum 2013 terdapat tiga tingkatan/kelas, maka pada Kurikulum Prototipe ini terdapat penyebutan baru, yaitu Fase. Ada dua Fase di SMA, yaitu fase E (untuk kelas X) dan fase F (untuk kelas XI dan XII). Peserta didik di fase E akan mengikuti mata pelajaran umum. Barulah di kelas XI, peserta didik sudah bisa menentukan mata pelajaran pilihan sesuai minat dan bakatnya. Namun demikian, sekolah atau satuan pendidikan dapat menentukan bagaimana muatan pelajaran tersebut diorganisasi.

Adapun proporsi beban belajar untuk SMA terbagi menjadi dua, yaitu pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila (dialokasikan sekitar 30% dari total JP pertahun).

Setelah sesi pemaparan singkat mengenai perbedaan dan istilah-istilah baru dalam Kurikulum Prototipe tersebut, Suwarno, M.Pd., mempersilakan para peserta workshop untuk berkumpul dengan MGMP sesuai mapelnya untuk lanjut bekerja.

“Kali ini Bapak/Ibu akan lebih banyak bekerja,” ungkap anggota Tim Penilai Angka Kredit Jawa Timur itu.

Setelah bekerja dalam MGMP-nya selama kurang lebih 30 menit untuk menyusun Alur dan Tujuan Pembelajaran, masing-masing MGMP dipersilakan untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan para peserta lainnya, dimulai dari MGMP Matematika yang diwakili oleh Titin Khoiriyah, S.Pd., didampingi Ibnu Nurdiansyah, M.Pd.

Setelah menjelaskaskan isian CP, Elemen, TP, ATP, JP, dan Modul, Titin mempersilakan peserta lainnya untuk memberikan tanggapan ataupun pertanyaan. Beberapa masukan diberikan oleh peserta dan juga narasumber demi menyempurnakan penyusunan Alur dan Tujuan Pembelajaran tersebut.

Mapel yang lainpun tak mau kalah, setelah perwakilan MGMP Matematika undur diri, disusul presentasi berikutnya dari mapel Biologi yang diwakili oleh Dini Aisyah Fahmi, M.Pd., dan Suryaningsih, S.Pd., dilanjutkan oleh mapel PJOK, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Sejarah.

Suwarno mengaku cukup puas melihat antusiasme Bapak/Ibu guru SMAN 2 Blitar dalam mengikuti workshop di hari pertama ini. Pemilik latar belakang studi Matematika tersebut berharap, besok di hari kedua, Selasa (29 Maret 2022) semangat yang sama tetap mewarnai kegiatan tersebut.

 

 

 

 

 

 

Kontak Kami

SMAN 2 NLITAR

Jl. Ciliwung Kelurahan Bendo

Kota Blitar, 66131

Email: info@sman2blitar.sch.id

Phone: +0342 802 229

Webistewww.sman2blitar.sch.id