Arsip Berita

Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Blitar, sman2blitar.sch.idBuah maja merupakan ikon khas SMA Negeri 2 Blitar. Buah ini dapat ditemui dengan mudah di sudut pelataran sekolah, tepatnya di dekat Mushola At-Taqwa Smada. Buah yang berwarna hijau ini dikenal memiliki rasa yang pahit dan getir. Tetapi, berada di tangan Sulistyorini, S.Pd. dan kawan-kawan, buah yang menjadi cikal bakal penamaan Majapahit ini bisa disulap menjadi minuman herbal yang memiliki sejuta khasiat kesehatan, Jumat, 16 Oktober 2020. 

Sulistyorini, S.Pd., Tri Mulyasri, S.Pd., dan Bety Agustina, M.M., S.Pd., ketiga guru Fisika ini adalah yang membidani pengolahan buah maja menjadi fermentasi minuman herbal andalan Smada. Adapun cara pengolahan buah yang memiliki nama latin Aegle marmelos (L.) Correa ini ternyata cukup mudah, meski harus melewati proses beberapa hari. Hal ini disampaikan pada “Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal Buah Maja” dalam kegiatan rutinan Dharma Wanita Persatuan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar , yang kala itu bertempat di SMA Negeri 2 Blitar.

Menurut Rini, untuk menghasilkan sirup herbal, buah maja perlu melewati proses fermentasi dulu dua hari dua malam. Waktu dua hari itu menurutnya cukup ideal untuk menghasilkan rasa manis yang pas.

“Harus pas dua hari, karena kalau kurang dua hari rasanya bisa asam. Kalau lebih dua hari juga asam,” terangnya sambil tersenyum kepada Wahyu Dina Widari, S.Sos, ketua DWP Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar, yang kala itu turut menghadiri pelatihan dan antusias dengan proses pembuatan sirup maja yang menurutnya khas dan unik.

"Buah maja yang saya tahu ada di salah satu candi di Mojokerto dan kini saya menemukan buah dan olahannya di SMA 2. Ini sangat unik dan bisa menjadi ciri khas SMA 2. Tinggal nanti dikembangkan lagi untuk batas kadaluwarsanya. Ini menarik nanti kalau ada pameran produk Jawa Timur bisa saya bawa juga," ungkap Dina, sapaan akrab Ketua DWP yang sekaligus istri RamliS.Pd.,M.M., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Blitar.

Sirup fermentasi maja sendiri diklaim memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, khususnya diabetes, darah tinggi, diare, dan dipercaya dapat meningkatkan daya konsentrasi. Namun, perlu menjadi perhatian bagi yang belum terbiasa atau baru ingin mencoba, baiknya dimulai dengan takaran yang minimal sebab masing-masing tubuh dapat menimbulkan reaksi yang berbeda untuk pertama kalinya.

“Kalau masih pertama sebaiknya minumnya sedikit saja supaya tidak mabuk atau pusing. Efeknya tiap-tiap orang bisa juga berbeda. Ada yang kuat ada yang tidak,” tambah Tri Mulyasri turut menutup kegiatan Jumat siang itu.


 

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Blitar, sman2blitar.sch.id – Setelah hampir kurang lebih enam bulan menjalankan pembelajaran daring, beberapa SMA/SMK di Blitar akhirnya mengantongi izin untuk melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). SMAN 2 Blitar termasuk salah satu sekolah yang melaksankan PTM dengan menerapan protokol kesehatan secara ketat, Senin (21/9/2020).

Pada uji coba PTM tahap pertama ini, ada sekitar 50% siswa yang diizinkan orang tua untuk mengikuti tatap muka di sekolah. Siswa juga diwajibkan untuk membawa serta surat pernyataan bebas risiko covid-19 dan juga surat izin dari orang tua.

“Pelaksanaan PTM tetap mempertimbangkan izin dari orang tua siswa. Bagi siswa yang tidak diizinkan tatap muka, tetap bisa mengikuti pembelajaran daring di rumah,” jelas Drs. Ahmad Damanhuri, M.M.Pd., kepala SMAN 2 Blitar. Lebih lanjut, Damanhuri juga menjelaskan jika uji coba pembelajaran tatap muka ini masih akan terus berlanjut dan dievaluasi setiap minggunya.

“Sangat dimungkinkan terjadi penambahan jumlah siswa yang ikut tatap muka, atau bahkan pengurangan,” jelasnya lebih lanjut.

Selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti mewajibkan pemakaian masker ataupun faceshield, rajin cuci tangan, dan memberi penyekat antarmeja, sekolah juga memfasilitasi tempat cuci tangan dan handsanitizer di setiap kelas dan sudut sekolah. Tim Gugus Covid SMAN 2 Blitar juga selalu siap siaga bertugas mengecek suhu badan setiap warga sekolah atau tamu yang memasuki area Smada setiap paginya.

Tim Gugus Covid SMAN 2 Blitar cek suhu siswa

Wakil Kepala Kurikulum, Abusani, S.Kom., juga menambahkan terkait peraturan untuk sistem pembelajaran tatap muka ini, yaitu dari setiap kelas akan di­-rolling masuknya, menyesuaikan jumlah siswa yang masuk di tiap kelas. Untuk siswa yang tidak diizinkan mengikuti pembelajaran tatap muka, tetap bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh dengan jadwal bergantian dengan jadwal tatap muka.

“Pelaksanaan PTM difokuskan untuk mengulas atau menguatkan kembali materi, utamanya yang sulit. Sementara untuk penugasan ataupun ulangan harian, semua daring,” tutup Abusani.

 

social distancingpembelajaran tatap muka dengan memperhatikan social distancing 

 

 

 

 

 

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Smada- Dalam rangka upaya pencegahan penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19),, SMA Negeri 2 Blitar membuat hand sanitizer sendiri untuk warga sekolah.  Selain membuat hand sanitizer, Smada juga menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi cairan antiseptik di beberapa sudut sekolah. Upaya pencegahan virus corona juga dilakukan dengan menyemprotkan cairan disinfektan dua kali dalam seminggu.

Istiqomah, M.Pd, salah satu guru Smada yang juga terlibat dalam pembuatan hand sanitizer menjelaskan bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan hand sanitizer yaitu cairan alcohol 96% sebanyak 833 ml, gliserin 14,5 ml, H2O2 3% sebanyak 41,7 ml, aquades ditambahkan sampai volume 1000 ml. Guru Kimia itu menjelaskan jika pembuatan tersebut diperuntukkan persatu liter hand sanitizer.

Lebih lanjut, Istiqomah juga menambahkan jika bahan dan proses pembuatan hand sanitizer tersebut meski dilakukan mandiri, tetap mengikuti ketentuan dan anjuran kesehatan versi BPOM, sehingga dipastikan aman untuk digunakan.

“Pembuatan ini (hand sanitizer) mengikuti saran dan ketentuan yang dikelaurkan BPOM. Insyaallah, aman digunakan,” pungkasnya. Selain dirinya, pembuatan hand sanitizer dibantu oleh guru yang berkompeten di bidangnya. Nantinya, hand sanitizer ini akan ditempatkan di beberapa titik sekolah, seperti gerbang masuk, ruang guru, TU, kelas, perpustakaan, dan juga kantin.

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

 

Dalam rangka ikhtiar batin menghadapi virus corona, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Blitar menggelar istighosah dan doa bersama melibatkan insan pendidikan SMA/SMK, dan PKLK (negeri/swasta) se-Blitar Raya. Acara tersebut digelar secara live di mushola At-Taqwa SMAN 2 Blitar dan diikuti seluruh pelajar SMA/SMK serta guru dan karyawan secara daring, Jumat (16/04).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Blitar, Trisilo Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan ikthiar batin menghadapi bencana pandemi virus corona. Ia juga berharap kegiatan tersebut bisa mendapatkan ridho dan perlindungan Allah SWT sehingga bencana yang sedang terjadi ini dapat segera berakhir.

Lebih lanjut, Trisilo menjelaskan jika terselenggaranya agenda tersebut atas dasar inisiatif dan gagasan kepala sekolah dan guru yang ada di wilayah Blitar Raya. Selain itu, iapun mengimbau agar seluruh peserta didik menjaga kesehatan dan mematuhi tata tertib pemerintah untuk tidak mendatangi kerumuman massa, selalu mengenakan masker saat beraktivitas, dan berperilaku bersih selama di rumah, serta tetap belajar selama di rumah.

Bertindak sebagai pemimpin doa sekaligus tuan rumah dalam acara tersebut, Ahmad Damanhur, juga mengamini apa yang disampaikan Kacabdin Wilayah Blitar tersebut. Ia juga berharap agar pandemi ini segera berakhir dan siswa-siswi dapat beraktivitas kembali di sekolah.

 

 

 

 

 

 

Kontak Kami

SMAN 2 NLITAR

Jl. Ciliwung Kelurahan Bendo

Kota Blitar, 66131

Email: info@sman2blitar.sch.id

Phone: +0342 802 229

Webistewww.sman2blitar.sch.id