Arsip Berita

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 

Smada Blitar – Telah menyelesaikan Ujian Tengah Semester (UTS), hari ini kelas X dan XI SMAN 2 Blitar dijadwalkan menerima KHS, Kamis (24/3/2022). Penerimaan KHS pertengahan semester genap ini dilakukan oleh PA (Pembimbing Akademik) kepada para orang tua atau wali murid yang diundang secara bertahap dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebelumnya, para orang tua terlebih dahulu dikumpulkan di aula untuk mendapatkan pengarahan dari kepala sekolah dan laporan komite. Murdiono, S.Pd., M.Pd., tampak didampingi waka kurikulum, Widi Astuti, S.Pd., dan komite sekolah, M. Zainul Ichwan, S.H., M.H.

Selanjutnya, para orang tua/wali murid menuju kelas-kelas untuk menerima pembagian Kartu Hasil Studi tengah semester genap dari wali kelas atau PA. Menurut keterangan yang dihimpun dari tim kurikulum SMAN 2 Blitar, ada beberapa poin penting yang menjadi pesanan sekolah kali ini. Beberapa hal yang harus menjadi perhatian orang tua/wali dan khususnya peserta didik adalah sebagai berikut.

  1. Syarat mengikuti semester berikutnya adalah nilai yang menjadi ciri khas program tidak boleh di bawah nilai KKM (75). Untuk mapel di luar ciri khas, maksimal 2 mapel.
  2. Bagi siswa/i yang belum tuntas, dapat meminta remidial ke guru mapel maksimal satu minggu sebelum penerimaan rapor semester genap.
  3. Perlu adanya kerja sama antara orang tua dan sekolah untuk mewujudkan kedisiplinan dalam pembelajaran daring.
  4. Pembelajaran daring masih berlangsung sampai dengan 31 Maret 2022.
  5. Libur awal puasa mulai tanggal 1-4 April 2022
  6. Penilaian Akhir Tahun (PAT) semester genap dilaksanakan tanggal 17-39 Mei 2022.

Salah satu siswi kelas X program IPS yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku sudah melihat nilai KHS-nya.

“Alhamdulillah, tuntas. Tapi, ada beberapa mapel yang pas KKM saja (nilainya). Harus belajar lagi supaya nanti pas terima rapot meningkat (nilainya),” harap gadis berhijab itu sambil berlalu menyusul orang tuanya yang sudah menanti di parkiran.

Sebagai sekolah yang masih menyelenggarakan kurikulum berbasis SKS (Sistem Kredit Semester), istilah 'tuntas' dan 'tidak tuntas' sudah lekat di telinga siswa. Tuntas disematkan pada mereka yang telah menyelesaikan beban KD dengan nilai sama dengan atau di atas KKM, sedangkan bagi yang belum sepenuhnya menyelesa

Para orang tua menunggu pembagian KHS
Para orang tua menunggu pembagian KHS

ikan tagihan KD ataupun nilainya di bawah KKM, maka dianggap 'tidak tuntas'. Meskipun demikian, siswa masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki nilainya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

 

Pak Zainul, perwakilan komite sekolah menyampaikan laporan
Pak Zainul, perwakilan komite sekolah menyampaikan laporan

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 

 

Blitar – Outdoor Learning  merupakan aktivitas pembelajaran di luar kelas yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk mendapatkan pengalaman secara langsung di alam terbuka atau sumber belajar yang relevan dengan disiplin ilmu yang dipelajari. Hal itulah yang mendasari terlaksananya kegiatan “Ekspedisi Pembelajaran Kolaboratif-Partisipatif Outdoor Learning Sejarah dan Sosiologi Kelas XI IPS SMAN 2 Blitar”, Sabtu-Minggu (12-13 Maret 2022). Adapun objek yang menjadi tujuan belajar adalah Museum Sangiran, Tamansari, Taman Wisata Ratu Boko dan Malioboro.

Yusuf Agung Bintoro, S.Pd., penanggung jawab kegiatan mengatakan bahwa outdoor learning memiliki banyak manfaat bagi peserta didik.

“Manfaatnya (outdoor learning)  banyak sekali, diantaranya dapat memperkuat daya ingat pengetahuan siswa. Jika dibandingkan dengan hanya mendengar dan membaca di kelas, pengalaman belajar secara langsung dari sumbernya seperti ini akan lebih bermakna dan membekas di ingatan siswa,” jelas Yusuf yang juga merupakan pengampu Sosiologi kelas XI di Smada.

Selain Yusuf, turut serta dalam kegiatan kolaborasi Sosiologi-Sejarah ini diantaranya Alexander Sutrisno, S.Pd., M. M.Pd., guru Sosiologi, Pujo Ardianto Hidayat, S.Pd, guru Sejarah. Sedangkan jumlah siswa yang turut melibatkan diri secara inisiatif dan mandiri dalam pembelajaran kontekstual ini sebanyak 85 siswa kelas XI dari program IPS.

Dilaksanakan di tengah kondisi level Covid yang naik-turun, seluruh siswa dan guru pendamping, menurut penuturuan Yusuf, tetap taat protokol kesehatan ketat. Masker dan hand sanitizer  menjadi protokol bawaan wajib setiap peserta.. Kendati sempat diguyur hujan saat tiba di Keraton Ratu Boko, namun secara keseluruhan acara berjalan lancar dan sesuai rencana. Ketika ditanya tentang kelanjutan rencana serupa di tahun mendatang, Yusuf mengaku belum tahu pasti. Tetapi, ia tetap berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan.

“Lancar, meski sempat hujan saat di Ratu Boko. Rencana tahun depan belum tahu. Mungkin bisa dari kolaborasi mapel yang lain.”

Siswa mendapatkan pengarahan dari pemandu.
Siswa mendapatkan pengarahan dari pemandu.
Alexander Sutrisno, salah satu guru pendamping Sosiologi.
Alexander Sutrisno, salah satu guru pendamping Sosiologi.

 

 

 

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 

 

Blitar, sman2blitar.sch.id – Menulis essai merupakan salah satu media untuk menuangkan ide dan gagasan terkait permasalahan atau keresahan yang terjadi di sekitar. Hal itulah yang dilakukan Anggun Widyaningrum, XI IPA 4, melalui keikutsertaannya dalam Lomba Menulis Essay Tingkat SMA/SMK/MA se-Jatim Piala Gubernur Jawa Timur yang diselenggarakan STKIP Jombang, Rabu (8/12/2021).

Anggun adalah salah satu perwakilan SMADA dari ekstrakurikuler KIR (Karya Ilmiah Remaja) yang mengikuti lomba tersebut. Bersaing dengan 126 peserta lain dari berbagai sekolah di Jawa Timur, siswi program IPA ini berhasil masuk 20 finalis terbaik. Permasalahan yang diangkat Anggun dalam essay berjudul “Dampak Transformasi Digital terhadap Reduksi Kemampuan Penggunaan Bahasa Indonesia dengan Benar” adalah menyoal tentang melemahnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan remaja/pemuda akibat digitalisasi saat ini.

Hal itu disoroti Anggun sebagai sebuah permasalahan yang sangat penting untuk menjadi perhatian, khususnya para generasi muda, mengingat bahasa adalah salah satu kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan. Penggunaan media sosial yang marak sebagai produk digital, salah satu faktor pemicu reduksi penggunaan bahasa yang benar.

Contoh yang Anggun sebutkan dalam essay-nya adalah seperti penggunaan kata-kata dengan imbuhan yang tidak semestinya, misalnya mengsedih, mengcapek yang belakangan viral. Selain itu, fenomena penyingkatan seperti sans (santai saja), gils (gila banget), yuks (ayo), dan lain-lain juga saat ini banyak digunakan generasi muda dalam bertutur, baik lisan maupun tertulis dalam konteks tidak formal.

Anggun berharap, fenomena ini dapat disadari pemuda sebagai sesuatu yang salah. Adanya kesadaran pemuda dalam menginisiasi untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat diperlukan.

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 

 

 

Smada – Ada yang istimewa di puncak DN Smada kali ini. Meski berlangsung di masa pandemi, namun kreativitas warga Smada tidak terhenti. Hal ini dibuktikan dengan adanya kegiatan-kegiatan yang mewarnai puncak DN kali ini, mulai dari pentas seni, drama kolaborasi siswa-guru, hingga penobatan Putra Putri Samda, Rabu (15/12). Berbeda dengan tahun sebelumnya yang meniadakan acara selebrasi HUT Smada, kali ini DN yang mengusung tema “Passion in The Soul” diselenggarakan dengan cukup sederhana namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dimulai sejak pukul 07.30 WIB, seluruh warga Smada telah berkumpul di lapangan untuk mengikuti senam pagi. Meskipun cuaca mendung bahkan hingga gerimis, tapi tidak menyurutkan semangat seluruh warga sekolah untuk mengikuti rangkaian kegiatan DN. Salah satu yang paling ditunggu-tunggu adalah penampilan kolaborasi drama antara siswa dan guru Smada dalam pentas drama yang mengusung lakon “Legenda Roro Jonggrang-Bandung Bondowoso”.

Meski mengambil alur cerita yang tidak jauh berbeda dengan dongeng pada umumnya, namun yang membuat pentas ini menarik adalah karakter dan pembawaan para pemainnya. Salah satunya adalah penampilan dari M. Rafly Wisnu, XII IPS 1, yang berperan sebagai jin yang membantu Bandung Bondowoso (diperankan oleh Agus Ainur Rokhim, S.Pd., guru BK Smada) untuk membangunkan candi untuk Roro Jonggrang. Rafly membawakan perannya dengan begitu apik, ditambah juga ia bisa bernanyi dengan dua mode suara, laki-laki dan perempuan.

Tak kalah menarik dengan penampilan sebelumnya, penobatan Papi (Putra-Putri) Smada 2021 kali ini juga berhasil menyita antusias penonton. Ada 10 finalis Papi yang diuji pengetahuan dan wawasannya oleh tiga juri, Tatik Ngestie Rahajoe, S.Pd., juri 1, Istianah, S.Psi., juri 2, dan Agus Ainur Rokhim S.Pd., juri 3. Kelima pasang putra dan putri finalis tersebut harus mampu beradu wawasan dengan menjawab pertanyaan juri dalam waktu yang singkat.

Acara berlangsung hingga sore, diwarnai dengan pentas seni dan adu talenta dari siswa dan siswi Smada. Salma, salah satu siswi XI IPS 4 mengaku cukup menikmati sajian DN kali ini.

“Acaranya menarik. Cukup menyenangkan, apalagi selama pandemi ini kita dilarang berkegiatan, sekarang sudah bisa (DN) lagi”. Selanjutnya, Salma berharap DN hari kedua, 16 Desember 2021 esok, akan memberikan sajian yang lebih menarik lagi.

 

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 

 

            Blitar, sman2blitar.sch.id - Senin, 1 November 2021, untuk pertama kalinya siswa dan siswi SMAN 2 Blitar mengadakan apel pagi yang sempat terhenti karena adanya pandemi Covid-19. Kegiatan apel ini diadakan juga untuk pengesahan dan serah terima jabatan pengurus dan anggota osis masa bakti 2021/2022. Apel pagi dilaksanakan pada jam 07.00 WIB yang di gelar di lapangan SMAN 2 Blitar. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus osis yang baru yang beranggotakan kelas X dan XI serta pengurus osis lama yang beranggotakan kelas XII, seluruh siswa-siswi SMAN 2 Blitar serta para guru. Diadakannya kegiatan apel ini juga tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak. Untuk siswa, tidak keseluruhan dilibatkan, melainkan hanya yang PTM saja, sebab 50% diantaranya masih melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

            Kegiatan di mulai dengan pengibaran bendera merah putih dan di lanjutkan dengan acara inti yaitu pengesahan anggota dan pengurus osis masa bakti 2021/2022. Pengesahan pengurus osis dilakukan dengan penyerahan jas osis, buku program kerja, dan bendera osis dari pengurus osis lama kepada pengurus osis baru. Acara selanjutnya yaitu penandatanganan serah terima yang dilakukan oleh Anindya Tetris Vianita selaku ketua osis lama dan Akmal Mansyur Ihzaniar Ramadhan selaku ketua osis baru, dilanjutkan dengan penyerahan slempang kepada pengurus osis masa bakti 2021/2022 yang di pangsangkan oleh  Drs. Ahmad Damanhuri M.M.Pd. selaku kepala sekolah SMAN 2 Blitar.

            Kegiatan pengesahan ini diakhir dengan pembacaan janji dan ikrar dari pengurus osis masa bakti 2021/2022 dan penyampaian amanat oleh Drs. Ahmad Damanhuri M.M.Pd. selaku pembina apel. Setelah acara inti selesai, dilanjutkan dengan pembacaan doa dan juga penutup. Kegiatan apel berakhir pukul 08.00 WIB dan berhasil dilaksanakan dengan lancar dan hikmat. Setelah semua acara selesai anggota osis melakukan sesi foto bersama dan juga dengan pembina osis. Para guru memberi selamat kepada pengurus baru dan beraharap kepengurusan osis dan SMAN 2 Blitar semakin maju.

 

 

 

 

Kontak Kami

SMAN 2 NLITAR

Jl. Ciliwung Kelurahan Bendo

Kota Blitar, 66131

Email: info@sman2blitar.sch.id

Phone: +0342 802 229

Webistewww.sman2blitar.sch.id