Arsip Berita

Workshop Bedah Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka 2022

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

 

 

Blitar – Menyongsong pelaksanaan Kurikulum Prototipe atau Kurikulum Merdeka di tahun ajaran baru 2022/2023 mendatang, SMA Negeri 2 Blitar kembali menggelar Workshop Strategi Implementasi Kurikulum Prototipe (Kurikulum Merdeka) dengan mengusung tema “Bedah Capaian Pembelajaran, Penyusunan Tujuan Pembelajaran, dan Alur Tujuan Pembelajaran sebagai Implementasi Pembelajaran Menyambut Kurikulum Merdeka”. Kegiatan ini dimentori langsung oleh Suwarno, M.Pd, pengawas pembina dari Cabdin Blitar, Senin-Selasa, 28-29 Maret 2022.

Hadirnya Kurikulum Merdeka atau Kurikulum Paradigma Baru 2022 ini menjadi penyempurna kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum 2013. Tentunya, ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan dari kurikulum pendahulunya.

Berikut ini beberapa perbedaan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka.

  1. Struktur Kurikulum

Pada Kurikulum Protipe Paradigma Baru 2022 ini, Profil Pelajar Pancasila menjadi acuan dalam mengembangkan Standar Isi, Standar Proses, serta Standar Penilaian, Capaian Pembelajaran, Prinsip Pembelajaran serta Asesmen Pembelajaran. Umumnya struktur kurikulum paradigma baru ini terdiri atas kegiatan intrakurikuler seperti pembelajaran tatap muka bersama guru serta pengerjaan proyek. Sekolah juga diberikan kebebasan dalam mengembangkan program kerja tambahan guna mengembangkan kompetensi siswa sesuai dengan visi misi serta sarana dan prasarana yang ada di sekolah itu.

  1. Istilah KI dan KD

Kurikulum 2013 sangat lekat dengan istilah KI dan KD yang berisi kompetensi yang harus dicapai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada Kurikulum Merdeka ini, istilah KI-KD tersebut berganti menjadi Capaian Pembelajaran (CP). Capaian pembelajaran sendiri merupakan keterampilan, pengetahuan, serta sikap yang menjadi satu kesatuan sebagai proses berkelanjutan untuk membangun kompetensi yang utuh.

Oleh sebab itu dalam membuat dan mengembangkan asesmen pembelajaran mesti mengacu pada CP yang telah ditetapkan.

  1. Jam pelajaran

Selama ini kurikulum 2013 menggunakan jumlah jam pelajaran per minggu, namun pada kurikulum paradigma baru ditetapkan pertahun. Dengan begitu, setiap sekolah dapat mengatur pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan mudah. Mata pelajaran yang tidak diajarkan ketika semester ganjil bisa diajarkan ketika semester genap atau sebaliknya. Yang terpenting, jam pelajaran pertahun tersebut terlaksana.

  1. Model Pembelajaran Kolaboratif

Dalam paradigma kurikulum 2022 sekolah juga diberikan keleluasan untuk menerapkan model pembelajaran kolaboratif antarmata pelajaran dan membuat asesmen lintas mata pelajaran. Untuk tingkat SMA dan sederajat, dapat melakukan tiga kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Hal ini dilakukan untuk menguatkan Profil Pelajar Pancasila.

  1. Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Jika sebelumnya di dalam kurikulum 2013, mata pelajaran TIK ini ditiadakan, pada Kurikulum Prototipe ini mata pelajaran ini TIK justru kembali diajarkan.

  1. Pembagian Fase

Jika pada Kurikulum 2013 terdapat tiga tingkatan/kelas, maka pada Kurikulum Prototipe ini terdapat penyebutan baru, yaitu Fase. Ada dua Fase di SMA, yaitu fase E (untuk kelas X) dan fase F (untuk kelas XI dan XII). Peserta didik di fase E akan mengikuti mata pelajaran umum. Barulah di kelas XI, peserta didik sudah bisa menentukan mata pelajaran pilihan sesuai minat dan bakatnya. Namun demikian, sekolah atau satuan pendidikan dapat menentukan bagaimana muatan pelajaran tersebut diorganisasi.

Adapun proporsi beban belajar untuk SMA terbagi menjadi dua, yaitu pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila (dialokasikan sekitar 30% dari total JP pertahun).

Setelah sesi pemaparan singkat mengenai perbedaan dan istilah-istilah baru dalam Kurikulum Prototipe tersebut, Suwarno, M.Pd., mempersilakan para peserta workshop untuk berkumpul dengan MGMP sesuai mapelnya untuk lanjut bekerja.

“Kali ini Bapak/Ibu akan lebih banyak bekerja,” ungkap anggota Tim Penilai Angka Kredit Jawa Timur itu.

Setelah bekerja dalam MGMP-nya selama kurang lebih 30 menit untuk menyusun Alur dan Tujuan Pembelajaran, masing-masing MGMP dipersilakan untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan para peserta lainnya, dimulai dari MGMP Matematika yang diwakili oleh Titin Khoiriyah, S.Pd., didampingi Ibnu Nurdiansyah, M.Pd.

Setelah menjelaskaskan isian CP, Elemen, TP, ATP, JP, dan Modul, Titin mempersilakan peserta lainnya untuk memberikan tanggapan ataupun pertanyaan. Beberapa masukan diberikan oleh peserta dan juga narasumber demi menyempurnakan penyusunan Alur dan Tujuan Pembelajaran tersebut.

Mapel yang lainpun tak mau kalah, setelah perwakilan MGMP Matematika undur diri, disusul presentasi berikutnya dari mapel Biologi yang diwakili oleh Dini Aisyah Fahmi, M.Pd., dan Suryaningsih, S.Pd., dilanjutkan oleh mapel PJOK, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Sejarah.

Suwarno mengaku cukup puas melihat antusiasme Bapak/Ibu guru SMAN 2 Blitar dalam mengikuti workshop di hari pertama ini. Pemilik latar belakang studi Matematika tersebut berharap, besok di hari kedua, Selasa (29 Maret 2022) semangat yang sama tetap mewarnai kegiatan tersebut.

 

 

 

 

 

 

Kontak Kami

SMAN 2 NLITAR

Jl. Ciliwung Kelurahan Bendo

Kota Blitar, 66131

Email: info@sman2blitar.sch.id

Phone: +0342 802 229

Webistewww.sman2blitar.sch.id